Beli Konsumen? Membacanya saja mungkin anda sudah merasa aneh, kok bisa konsumen dibeli? emangnya barang ya? hehe.. Begini ceritanya, istilah beli konsumen ini saya ambil dari salah satu bukunya Brad Sugar. Di bukunya itu Brad Sugar mengatakan bahwa konsumen dapat dibeli, dan kalau kita bisa membeli konsumen dengan tepat, maka untung kita bisa berlipat. Mau tahu apa itu Beli Konsumen? yuk baca artikelnya.

Mempelajari Contoh Beli Konsumen.

Di bukunya Brad Sugar menjelaskan istilah Beli Konsumen ini dengan mencontohkan sebuah toko roti. Toko roti ini ingin meningkatkan jumlah penjualannya. Caranya cukup unik, toko roti ini menggratiskan salah satu produknya, yaitu produk coklat eclair. Setelah itu toko roti ini memasang iklan di koran lokal yang berbunyi: “Gratis Coklat Eclair untuk Hari Ini Saja! Dapatkan segera sebelum kehabisan!”.

Setelah iklan itu dipasang, maka berduyun-duyunlah para konsumen mendatangi toko roti itu. Para konsumen selain datang untuk klaim coklat eclair gratis, ternyata mereka juga melihat-lihat produk lain yang dipajang dan membelinya. Tak terasa satu hari terlewatkan sudah, dagangan pun laris manis.

Menghitung Hasil Penjualan vs Modal Pemasaran.

Oke sekarang saatnya hitung-hitungan. Untuk menggratiskan coklat eclair, katakanlah diperlukan biaya Rp.2.000,- (dua ribu rupiah) untuk memproduksi setiap unitnya dan biaya untuk memasang iklan di koran adalah Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah). Kedua biaya ini yang nanti kita katakan sebagai biaya untuk “beli konsumen”.

Rata-rata margin dari setiap roti dan kue yang dijual adalah 50%. Ternyata konsumen yang datang di hari itu adalah 200 orang di mana setelah mengklaim coklat eclair, rata-rata pembeliannya adalah Rp.30.000,- (tiga puluh ribu rupiah). Jadi mari kita lihat berapa profit yang toko roti dapat:

Total pemasukan : 200 orang x Rp.30.000 = Rp.6.000.000
Total margin kotor yang didapat : 50% x Rp.6.000.000 = 3.000.000

Biaya produksi coklat eclair : 200 x Rp.2.000 = Rp.400.000
Biaya pasang iklan di koran lokal : Rp.500.000
Total biaya “beli konsumen” : Rp.900.000

Total Keuntungan Bersih yang didapat dengan metode beli konsumen adalah Total margin kotor yang didapat dikurangi Total biaya “beli konsumen” : 3.000.000 – 900.000 = Rp.2.100.000,- (dua juta seratus ribu rupiah).

Kesimpulan.

Melihat dari contoh di atas anda bisa paham kan bagaimana metode “beli konsumen” itu? Untuk mendatangkan omzet Rp.6.000.000,- yang didapat, si toko roti harus mengeluarkan Rp.900.000,- untuk mendatangkan 200 konsumen. Maka dengan perhitungan seperti itu setiap konsumen dapat kita hargai seharga Rp.4.500,- yang bisa kita sebut sebagai harga yang harus kita bayar untuk “Membeli Konsumen“.

Dengan memahami ini kita seharusnya bisa mengerti bahwa biaya untuk melakukan pemasaran bukanlah biaya yang sejenis dengan biaya beban listrik atau telepon, atau mungkin biaya produksi. Biaya marketing adalah biaya yang apabila dikeluarkan secara tepat maka akan menghasilkan pertumbuhan yang eksponensial atau berlipat ganda.

Contoh di atas menunjukkan penggunaan biaya marketing yang tepat. Bagaimana, apakah anda juga bisa melakukannya dengan cara dan strategi anda sendiri? Saya tunggu jawaban anda di komentar di bawah ini.